Monday, January 7, 2008

Kunjungan Mertua dan N

Kemarin saya sampai rumah kira2 jam 23:40. Begitu selesai memarkir mobil saya langsung masuk rumah. Di teras rumah saya lihat banyak sepatu/sandal asing.. "ada tamu nih", pikir saya. Memang istri sering dikunjungi saudara2 nya.

Begitu saya masuk, di ruang tamu N yang sedang menata majalah selesai dia baca. Langsung berdesir dada saya melihat N menggunakan daster pendek selutut. Karena posisi dia membungkuk membelakangi saya, saya bisa melihat paha belakang dia yang putih. Penis saya langsung bereaksi merespon pemandangan itu :)

N hanya tersenyum dan menyapa saya. Saya letakkan tas saya, saya langsung peluk dan cium dia. N berusaha memberontak dan bilang ada ibu (mertua saya) di kamar depan. Karena nafsu, langsung saja N saya tarik masuk ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, saya langsung buka daster dan semua pakaian dalam dia. N pun dengan cepatnya membuka semua pakaian saya.

Penuh nafsu saya kulum bibir dia dan meraba buah dada dia. Tangan N pun sibuk dengan penis dan bola2 biji penis saya. Begitu tinggi kerinduan kami dan karena situasi yang tidak memungkinkan kami melakukan sex biasa, kami pun langsung menuju ke inti kegiatan. N menungging dengan berpegangan pada bathtube sehingga vaginanya yang indah merekah terlihat ranum dari belakang. Saya jilat sebentar untuk mendengarkan lenguhan birahi N yang lama tidak saya dengar. Kemudian saya mulai mengarahkan penis saya ke vagina itu.

Langsung saja kami melakukannya dengan posisi menungging. Kami ingin mendapatkan orgasme kami secepat-cepatnya sebelum mertua saya tahu. Demikian pula dengan N, dengan semangatnya dia memaju mundurkan pantatnya supaya penis saya masuk lebih dalam. Kadang2 saya harus membekap mulut N supaya tidak mendesah terlalu keras.

Entah berapa lama, tiba2 N berteriak nyaring dan langsung saja saya bekap mulutnya. Rupanya dia sudah mendapatkan orgasmenya. Saya pun langsung mempercepat gerakan saya dan saya juga mendapatkan orgasme saya. Saya tumpahkan sperma saya di vaginanya.

N dan saya diam sebentar menikmati orgasme kami. "Duh, enak sekali N..", kata saya. "Iya kak", jawabnya sambil tersenyum.
"Mbak kemana?", saya menanyakan istri saya sambil berbisik.
"Udah tidur dari tadi, capek dia anter ibu keliling tadi", jawab N masih dengan penis saya dalam vaginanya.

Plop, bunyi penis saya cabut dari vaginanya. N tiba2 jongkok dan memegang penis saya yang sudah lemas. Dia menjilatinya sampai bersih.. Terasa geli2 ngilu di penis saya.

Setelah selesai, N mengenakan daster tanpa pakaian dalam. Pakaian dalamnya di bawa dan ditaruh di tempat pakaian kotor. Dia keluar sambil tersenyum puas. Saya pun langsung mandi. Begitu selesai mandi, saya baru sadar kalau ternyata saya belum membawa handuk ke dalam kamar mandi. Karena saya pikir sudah malam, saya pun berjalan menuju kamar dengan bertelanjang bulat.

Tanpa saya duga, setelah meletakkan baju kotor saya di tempat pakaian kotor.. ibu mertua terbangun melihat saya. Sepertinya dia terbangun karen haus. Saya pura2 tidak melihat. Entah kenapa saya senang bisa memamerkan tubuh telanjang saya. Penis saya memang tidak besar, tapi saya rasa cukup indah dan seksi..menggantung panjang setengah lemas. Saya berusaha kontrol supaya penis saya tidak tegang. "Ah.. sebentar lagi pasti mertua saya malu dan masuk kamar", pikir saya.

Tapi ternyata dugaan saya salah. Mertua saya datang menghampiri saya dan menegur saya supaya menggunakan pakaian. Saya pura2 kaget. Saya bilang tadi mandi saya lupa bawa handuk. Kebetulan handuk saya di posisi paling belakang di raknya. Ketika saya tarik malah menyebabkan handuk2 lainnya berjatuhan. Saya pun menyampirkan handuk itu di pundak kanan saya tanpa menutupi penis saya (masih dengan bangga memamerkannya ke ibu mertua :)) dan saya ambil handuk2 yang berjatuhan itu dan menatanya kembali.

Ibu mertua saya masih dengan tenangnya minum dan malah bertanya tentang pekerjaan saya.
"Gimana kantor, lex?", tanya dia.
"Baik bu.. tadi ada sedikit lemburan jadi pulang agak malam.", jawab saya sambil me-lap rambut saya sedikit lebih keras. Sekarang saya bisa melihat penis saya bergoyang-goyang. Rupanya penis saya sedikit lebih membesar karena perasaan "asyik" memamerkannya ke mertua.
"Cepat tuh pake baju.. adik kamu dah mulai membesar", kata mertua sambil tersenyum melihat penis saya.
Langsung saya lilitkan handuk saya ke tubuh untuk menutupi area vital saya. Mertua saya berjalan kembali ke kamarnya dan tidur. Malam itu saya tidak bisa langsung tidur. Saya merasa sangat terangsang karena "pameran" tadi. Istri sudah tidur dan males saya ajak.. jadinya saya salurkan dengan beronani. Sampai sekarang saya masih memikirkan mengapa mertua bisa dengan tenang bahkan mengajak saya ngobrol dalam kondisi seperti kemarin.. Apakah mertua juga tipikal "free sex"? entahlah..

Jujur saja, saya tidak ada keinginan untuk bercinta dengan mertua saya. Saya benar2 menghormati beliau sebagai mertua. Tapi saya juga baru menyadari bahwa memamerkan tubuh telanjang kita seperti kemarin itu benar2 membuat saya "berdebar-debar senang" dan membuat saya terangsang. Saya ingin mencobanya lain kali dengan orang lain. Apakah saya exibisionist? saya tidak tahu. Dulu saya berpikir yang cenderung suka memamerkan ketelanjangannya adalah wanita yang merasa bertubuh seksi :)

Anda exibisionist juga, please share comment.

No comments: